Sejarah Perkembangan Seni Rupa di Indonesia

Sejarah Perkembangan Seni Rupa di Indonesia

Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan terkait dengan perkembangan seni rupa di Indonesia dari zaman pra sejarah sampai sekarang mengingat sedikitnya buku dan referensi tentang seni rupa Indonesia. Salah satu sumber informasi terkait dengan sejarah seni rupa di Indonesia adalah buku berjudul “Art in Indonesia: Continuities and Change” yang ditulis oleh Clair Holt, seorang budayawan dari Universitas Cornell, Amerika Serikat. Buku ini memuat informasi mengenai sejarah perkembangan seni rupa di Indonesia dari masa prasejarah sampai dengan tahun 1958.

Ciri Khas Dari Seni di Indonesia

Berdasarkan penampilan karya seni Indonesia dari masa prasejarah sampai dengan masa saat ini, bisa disimpulkan bahwa karya seni di Indonesia memiliki beberapa ciri khas sebagai berikut ini :

  1. Bersifat Tradisional atau Statis : Bangsa Indonesia tidak melepaskan kebudayaan lamanya yang kebanyakan dalah agraris dan maritim.
  2. Bersifat Progresif atau Dinamis : Dengan kebudayaan yang sifatnya maritim, bangsa Indonesia mendapatkan banyak pengaruh dari wilayah-wilayah diluar Indonesia yang kemudian masuk dan menjadi satu dengan kebudayaan di Indonesia.
  3. Bersifat Kebhinekaan : Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman seni rupa yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.
  4. Bersifat Seni Kerajinan : Indonesia adalah negara tropis yang memiliki banyak tanaman yang bisa dibuat menjadi barang kerajinan seni.
  5. Bersifat Non Realistik : Pengaruh dan latar belakang dari agama lama yang sifatnya primitif membuat penciptaan karya seni banyak bersifat simbolisme atau perlambangan.

Pembabakan Masa Perkembangan Seni di Indonesia

Dari urutan waktunya, masa seni Indonesia bisa dibagi menjadi 4 antara lain masa seni pra sejarah, masa seni Indonesia-Hindu, masa seni Indonesia-Islam, dan masa seni Indonesia Modern. Seni Indonesia berpegang teguh pada tradisi lama dan sifatnya berkembang secara terus menerus meskipun akhirnya terhenti pada masa penjajahan. Pada masa itu, seni yang berkembang hanya seni tradisional yang sifatnya turun temurun tanpa adanya ungkapan seni yang baru.

Pada perkembangannya seni tradisional selalu ada dan mendampingi seni yang sudah ada dari masa saat itu hingga sekarang. Seni tradisional adalah kesenian rakyat dan diwariskan secara turun temurun namun masih berpegang pada konsep seni masa lalu.

Seni Pra Sejarah Indonesia

Kegiatan seni pada masa itu berpusat di wilayah India Belakang yang kemudian menyebar bersamaan dengan bangsa yang membawa kebudayaan Melayu Muda dan Melayu Tua. Agama saat itu adalah animisme, magisme, dan totemisme yang mana agama-agama tersebut menjadi latar belakang utama dari kreatifitas seni nantinya. Pada masa itu seni rupa berfungsi sebagai media penyampaian kepercayaan yang sifatnya simbolisme.

Dengan penggambaran yang simbolis dari suatu kejadian, orang-orang berpikir bahwa dia bisa memastikan terwujudnya kejadian yang dia gambarkan. Beberapa hal yang menjadi alasan terbentuknya bentuk simbolisme tertentu misalnya saja keinginan untuk mendapatkan keturunan, kematian seseorang, kehidupan sesudah kematian, keinginan untuk menghilangkan roh jahat, dll.

Seni Indonesia-Hindu

Agama Hindu yang berasal dari India tidak bisa berkembang seperti pada tempat asalnya. Di wilayah Indonesia, agama Hindu berbaur dan berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia setempat (pada masa pra sejarah) sehingga akhirnya memiliki ciri khasnya sendiri. Ini terjadi di kisaran tahun awal masehi sampai dengan abad ke-15. Datangnya kebudayaan yang berdasarkan agama Hindu dilakukan melalui jalur perdagangan, politik, dan penyebaran agama. Pusat perkembangannya berada di Jawa, Sumatra, dan Bali serta didukung dengan kebudayaan istana feodal yang berlandaskan agama Hindu dan Buddha namun telah disesuaikan dengan kebudayaan setempat.

Beberapa contoh dari hasil seni masa ini adalah candi-candi yang banyak ditemukan di Indonesia. Candi Borobudur di Magelang adalah candi yang membawa nilai agama Buddha dan candi Prambanan di Yogyakarta adalah candi yang membawa nilai agama Hindu.

Candi Borobudur
Candi Borobudur via Pixabay

Seni Indonesia-Islam

Seni pada masa ini merupakan perkembangan lanjutan dari kebudayaan Indonesia yang sudah bercampur dengan Hindu-Buddha yang kemudian disesuaikan dengan agama Islam. Sinkretisme kebudayaan sebelum Hindu, pada masa Hindu, dan masa Islam mendasari perkembangannya. Contoh seni yang dari masa ini adalah wayang kulit yang sudah disesuaikan dengan ajaran islam oleh Sunan Kalijaga dari Walisongo yang mana wayang kulit tersebut masih dilestarikan hingga masa sekarang.

Peranan para Wali dalam perkembangan kebudayaan Islam di Indonesia terhitung sangat penting karena beberapa wali menggunakan jalur budaya sebagai jalur penyebaran agama Islam, seperti Sunan Kalijaga yang memperbaharui wayang kulit.

Wayang Kulit
Wayang Kulit via pangkalpinangkota.go.id

Seni Indonesia Modern

Seni Rupa Indonesia Modern adalah seni rupa Indonesia yang sudah terpengaruh dengan kebudayaan Eropa atau kebudayaan barat. Perkembangan seni rupa modern sejalan dengan perjuangan rakyat Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan pada masa itu.

Berbeda dengan konsep seni yang sifatnya tradisional, seni Indonesia modern sudah tidak lagi berpegang pada konsep seni yang menjadi tradisi sejak masa lampau. Keberadaan seni modern tidak lagi ditujukan untuk menyatakan status simbol atau untuk mewakili kelompok-kelompok bangsawan, namun lebih ke ungkapan pribadi dari para seniman yang bebas memilih sumber ide sehingga menghasilkan karya seni yang selalu baru dan kreatif.

Konsep seni Indonesia modern bukan berarti melepaskan nilai seni Indonesia yang asli. Nilai-nilai seni Indonesia masih diperlukan untuk menjadi penyaring unsur-unsur kesenian yang datang dari luar agar nantinya menjadi kesenian yang berkepribadian Indonesia. Dari beberapa penjelasan diatas, bisa disimpulkan bahwa pengertian seni Indonesia modern adalah seni rupa yang mengikuti kaidah seni rupa Eropa atau kebudayaan barat namun tidak meninggalkan nilai-nilai kepribadian seni rupa Indonesia.

Leave a Reply