Horizon Horizon Tanah

Pengertian Tanah : Faktor, Proses Terbentuk, dan Komponennya

Tanah merupakan kumpulan dari benda alam dipermukaan bumi yang tersusun dari horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organik air, udara, dari merupakan media tumbuhnya tanaman.

Tanah terbentuk dari hasil pelapukan atau erosi batuan induk yang berasal dari bahan anorganik maupun organik (tumbuh-tumbuhan dan binatang) yang telah lama membusuk.

Bagi manusia, tumbuhan, dan binatang, tanah merupakan tempat hidup. Bagi manusia tanah merupakan sumber dari semua kebutuhan hidup.

Horizon Horizon Tanah
Horizon Tanah via ck12.org

Pentingnya Tanah Bagi Kehidupan Manusia

Berikut ini beberapa peran penting tanah bagi kehidupan manusia :

  • Tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berguna bagi kepentingan manusia.
  • Sebagai tempat pemukiman dan tempat untuk melakukan kegiatan.
  • Kaya akan barang tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia.
  • Tempat berkembangnya hewan yang sangat berguna bagi kepentingan hidup manusia.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Tanah

Dalam proses pembentukan tanah ada lima faktor yang berperan yaitu bahan induk, iklim, organisme, relief, dan waktu dengan penjelasan lengkap sebagai berikut :

Bahan Induk

Bahan induk pembentuk tanah adalah batuan dari bahan organik. Batuan dapat berwujud batuan beku, batuan sedimen, maupun metamorf.

Sedangkan bahan organik merupakan bahan yang berasal dari sisa-sisa organisme hidup, baik berupa tumbuhan maupun hewan. Dari bahan induk inilah yang akan mengalami proses dan membentuk tanah.

Iklim

Suhu udara dan curah hujan merupakan bagian dari unsur iklim yang sangat berperan dalam proses pembentukan tanah.

Perbedaan suhu yang sangat mencolok antara siang dan malam akan mempercepat proses pengembangan dan pengerutan batuan sehingga memudahkan pecahnya batuan.

Dalam proses pembentukan tanah, unsur curah hujan yang paling berperan adalah jumlah curah hujan dan intensitas hujan. Jumlah curah hujan berpengaruh terhadap jumlah air yang meresap ke dalam tanah dan tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai reaksi kimia di dalam tanah.

Intensitas hujan kaitannya dengan proses pembentukan tanah adalah banyak sedikitnya intensitas hujan.intensitas yang tinggi akan mempunyai tenaga yang lebih kuat dalam memecahkan batuan.

Organisme

Hewan maupun tumbuh-tumbuhan sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah, yaitu sebagai bahan induk pembentuk tanah.

Relief

Relief yang merupakan bentuk topografi suatu wilayah dalam proses pembentukan tanah berkaitan dengan arah aliran air. Arah aliran air mengikuti bentuk relief yaitu dari daerah tinggi menuju daerah yang lebih rendah.

Air yang terutama air hujan yang jatuh dipermukaan bumi adalah yang membantu pelapukan batuan. Pelapukan batuan ini dapat mempercepat proses pembentukan tanah.

Pada daerah yang memiliki relief datar, proses pembentukan tanahnya lebih cepat daripada daerah yang reliefnya miring. pada lereng yang semakin terjal maka erosi akan semakin besar sehingga mengganggu proses pembentukan tanah.

Alasan mengapa bentuk relief berkaitan dengan proses pembentukan adalah tanah karena :

  • Mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat erosi.
  • Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap.
  • Mempengaruhi dalamnya air tanah.
  • Mempengaruhi arah aliran air berikut bahan-bahan yang terlarut didalamnya.

Waktu

Semakin lama waktu pembentukan tanah maka akan semakin tebal pula tanah yang terbentuk. Waktu pembentukan tanah berbeda-beda. Misalnya tanah yang berasal dari batuan yang keras memerlukan waktu yang lama untuk pembentukan tanah dibandingkan dengan tanah yang terbentuk dari batuan lunak.

Tahap-Tahap Pembentukan Tanah

Kita dapat mengenal tahap-tahap perkembangan tanah, yaitu sebagai berikut :

  1. Tahap Awal : Pada tahap ini, bahan induk tanah yang masih utuh belum mengalami pelapukan. Bahan induk ini berupa lepasan batuan dasar (bedrock).
  2. Tahap Muda (Juvenile) : Tahap ini, bahan induk tanah sudah mengalami pelapukan, tetapi sebagian besar bahan induk masih utuh.
  3. Tahap remaja (Virile) : Pada tahap ini, pada lapisan tanah banyak terdapat barang tambang yang telah mengalami pelapukan.
  4. Tahap Setengah Tua (Senile) : Lapisan tanah pada tahap ini biasanya hanya berisi bahan tambang.
  5. Tahap Akhir (Final Stage) : Pada tahap ini perkembangan tanah telah mengalami pelapukan secara tuntas dibawah pengaruh fisiografisnya.

Komponen-Komponen Pembentukan Tanah

Komponen-komponen yang membentuk tanah antara lain bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Penjelasan lengkapnya bisa anda simak dibawah ini :

Bahan Mineral

Susunan mineral didalam tanah berbeda-beda, karena bahan mineral didalam tanah berasal dari pelapukan batu-batuan. Dapat disimpulkan bahwa mineral dalam tanah sesuai dengan batuan yang lapuk.

Misalnya batuan metamorf umumnya terdiri dari mineral yang rendah kadar unsur haranya, sehingga pada tanah yang terbentuk juga miskin unsur hara. Mineral tanah dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut.

Mineral Primer

Mineral primer adalah mineral yang berasal dari batuan lapuk serta terdapat fraksi pasir dan debu. Beberapa jenis mineral primer yang sering terdapat di dalam tanah adalah kuarsa, kalsit, dolomit, olivin, dan lain lain.

Mineral Sekunder

Mineral sekunder adalah mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung. Mineral sekunder umumnya ditemukan dalam bentuk fraksi liat. Beberapa jenis mineral sekunder yang sering ditemukan dalam tanah adalah kaolit, haloisit, dan gibsit.

Bahan Organik

Pada umumnya bahan organik ditemukan pada permukaan tanah. Bahan organik mempunyai pengaruh yang besar terhadap tanah, yaitu sebagai granulator.

Granulator itu sendiri berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, sebagai unsur hara, menambah kemampuan tanah untuk menahan air, menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara dan sumber energi bagi mikroorganisme.

Lapisan tanah yang banyak mengandung bahan organik adalah lapisan top soil. Semakin ke bawah, kandungan bahan organik semakin berkurang, sehingga dalam hal ini lapisan top soil harus tetap di pertahankan, jangan sampai hilang.

Air

Keberadaan air di dalam tanah karena tertahan atau terserap oleh massa tanah. Fungsi air dalam pertumbuhan tanaman adalah sebagai unsur hara tanaman dan sebagai pelarut unsur hara.

Udara

Udara berfungsi mengisi pori-pori tanah. Susunan udara didalam tanah berbeda dengan susunan udara di atmosfer.

Misalnya kandungan CO2 di dalam tanah lebih besar daripada di atmosfer, sedangkan kandungan O2 didalam tanah lebih kecil daripada di atmosfer

Leave a Reply