Struktur Lapisan Kulit Bumi

Secara asal kata, Litosfer berasal dari dua kata berbahasa Yunani yaitu Lithos yang berarti batu dan sphaira yang berarti bulatan. Jadi bisa disimpulkan bahwa Litosfer adalah lapisan kulit bumi atau lapisan batuan yang menyelimuti bumi yang berbentuk bulat.

3 Lapisan Penyusun Planet Bumi

Terkait dengan pembahasan mengenai Litosfer, kita perlu mengenal kembali mengenai susunan lapisan planet bumi. Pelapisan planet bumi dibagi menjadi 3 dengan penjelasannya sebagai berikut :

Barisfer

Barisfer adalah lapisan terdalam pada bumi yang juga bisa disebut dengan inti bumi. Lapisan ini tersusun atas lapisan nicollum (nikel) dan ferrum (besi). Inti bumi terdiri atas dua bagian yaitu Inti Dalam dan Inti Luar.

Inti luar memiliki suhu kurang lebih 220 derajat celcius, sedangkan inti dalam lebih panas lagi. yaitu berada di suhu sekitar 5000 derajat celcius.

Astenosfer atau Lapisan Pengantara

Astenosfer adalah lapisan yang berada diantara barisfer dan lithosfer, berbahan cair, bersuhu tinggi, dan memiliki tebal kira-kira 2900 kilometer.

Litosfer

Lithosfer adalah lapisan batuan yang terletak diatas astenosfer. Memiliki tebal sekitar 1200 kilometer, lapisan ini merupakan lapisan yang tipis jika dibandingkan dengan dua lapisan dibawahnya, dan memiliki sifat yang keras, kaku, padat, dan kuat.

Lapisan Penyusun Kerak Bumi

Kerak Benua Dan Kerak Samudra
Kerak Benua Dan Kerak Samudra via wikimedia.org

Membahasa mengenai litosfer juga berarti membahas mengenai kerak bumi. Kerak bumi tersusun atas dua lapisan yaitu kerak samudra dan kerak benua.

  • Lapisan kerak samudra tersusun atas batuan basalt dan lebih berat jika dibandingkan dengan lapisan kerak benua. Kerak samudra diketahui kaya akan silsilium dan magnesium sehingga lapisan ini disebut juga dengan SIMA dari SIlsilium dan MAgnesium.
  • Lapisan kerak benua terletak diatas kerak samudra, dan tersusun atas batuan granitis dan unser-unser penyusunnya lebih ringan jika dibandingkan dengan lapisan kerak samudra. Kerak benua banyak mengandung unsur silsilium dan aluminium sehingga sering disebut lapisan SIAL (dari SIlsilium dan ALuminium).

Manfaat Litosfer Untuk Manusia

Litosfer merupakan lapisan tempat manusia, hewan, dan tumbuhan melakukan berbagai aktivitas. Manusia, hewan, dan tumbuhan juga mengambil manfaat langsung dari unsur-unsur yang terkandung didalam litosfer.

Beberapa manfaat litosfer tersebut diantaranya adalah :

  1. Unsur besi dan aluminium yang didapatkan (dalam proses penambangan) dari litosfer digunakan dalam berbagai macam barang yang digunakan manusia mulai dari industri elektronika, bahan bangunan, industri kendaraaan bermotor, dll.
  2. Litosfer mengandung berbagai mineral yang dalam kehidupan kita terhitung sebagai mineral berharga seperti emas, perak, intan, dll.
  3. Unsur uranium meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit dan terbatas dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan pembuatan bahan peledak.
  4. Penggunaan unsur-unsur dalam litosfer seperti pupuk buatan NPK (Nitrogen, Pospor, Kalium) dalam aktivitas pertanian manusia.

Batuan Pembentuk Permukaan Bumi

 

Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama lapisan litosfer. Berikut ini adalah urutan terbentuknya batuan.

  1. Sebagai induk segara batuan pembentuk litosfer adalah magma.
  2. Adanya proses pendinginan di lapisan dalam, di dalam korok atau di permukaan bumi, sehingga terjadi proses pembekuan magma menjadi batuan, korok, dan luar.
  3. Melewati proses penghancuran tanpa perubahan susunan kimia dari batu asal, maka terbentuklah batuan sedimen klasik.
  4. Pada pengendapan proses kimiawi, hasilnya adalah batuan sedimen kimiawi dan yang dilakukan oleh organisme, hasilnya adalah batuan sedimen organik.
  5. Adanya penambahan suhu menghasilkan batuan metamorf kontak, adanya tekanan menghasilkan metamorf dinamo, dan adanya penambahan zat lain terbentuk batuan metamorf pneumatolitis kontak.

Leave a Comment