Sifat Tanah

Sifat-Sifat Tanah Lengkap Dengan Penjelasan

Tanah terbentuk dari tiga macam zat, yaitu zat padat, zat cair, dan zat gas. Zat padat terdiri dari benda organik dan benda anorganik. Pelapukan batuan menghasilkan partikel anorganik yang merupakan bagian tanah yang utama yang berukuran besar dan berat misalnya kerakal dan pasir.

Sedangkan bahan organik terdiri dari makhluk hidup dan yang telah mati atau membusuk, misalnya dari materi hewan (seperti bakteri, cacing, dan lain-lain). Zat cair yang ada dalam tanah adalah larutan kimia yang kompleks, yang didalamnya berlangsung proses aktivitas yang penting.

Tanah tanpa air, reaksi kimianya tak berlangsung ataupun kehidupan tidak akan berlangsung. Sedangkan zat gas berupa udara yang terdapat di sela-sela tanah.

Sifat-Sifat Tanah

Berikut ini beberapa uraian mengenai sifat-sifat tanah.

Tekstur Tanah

Tekstur tanah didefinisikan sebagai perbandingan relative berbagai golongan besar partikel tanah dalam suatu massa tanah, terutama perbandingan antara fraksi-fraksi pasir, debu, dan liat.

Sebagai contoh tanah yang banyak mengandung fraksi pasir disebut tanah bertekstur pasir. Berdasarkan ukuran (diameter butirnya), tekstur tanah dikelompokan menjadi 3 fraksi yaitu fraksi pasir, fraksi debu, dan fraksi liat.

Sifat Tanah
Sifat Tanah via earth.com

Perlu diketahui bahwa segumpal tanah tidak pernah tersusun oleh satu macam fraksi saja,biasanya ada sebagaian kecil campuran yang berasal dari fraksi lain. Di lapangan, tekstur tanah dapat diketahui dengan memijit tanah basah di antara jari-jari,Sambil dirasakan halus kasarnra, yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir, debu, dan liat.

Misalnya tanah yang bertekstur pasir,maka rasa kasar sangat jelas, tidak melekat, dan tidak dapat dibentuk bola atau gulungan. Keadaan tekstur penting untuk diketahui, karena dapat menunjukkan besarnya daya untuk menahan air dan kemampuan untuk memindahkan air dari tanah.

Tanah pasir cepat sekali menjadi kering karena dapat kehilangan air. Tanah liat tidak cepat kehilangan air sebab pori-porinya sangat kecil. Pada umumnya tanah lempung (campuran dari pasir, debu, dan liat) paling baik untuk pertumbuhan tanaman. Tekstur tanah dapat ditentukan dengan menggunakan segitiga tekstur tanah

Struktur tanah

Struktur-tanah merupakan cara penqikatan butir-butir tanah yang lain.jika anda perhatikan pada dinding lereng yang tidak tertutup vegetasi akan tampak perbedaan gumpalan-gumpalan tanah. Lapisan pada kedalaman kurang dari 30 m mempunyai struktur granular yang berarti tanah mempunyai kumpulan butiran tanah bersifat tunggal.

Pada lahan rawa atau gurun,struktur tanah kurang atau tidak terbentuk, karena butiran tanah bersifat tunggal/tidak terikat satu sama lain. Berbagai jenis struktur tanah antara lain berupa struktur bongkah,butir/gumpalan/remah tiang, dan lempeng. Kegiatan-kegiatan petani berupa pembajakan, pemupukan dan pengolahan tanah bisa mengubah struktur tanah asli.

Struktur tanah berpengaruh teterhadap jumlah air yang dapat diserap oleh tanah, dan ketahanannya terhadap erosi, dan juga kemudahan’untuk ditanami. Tanah yang berstruktur padat dan pori-porinya sangat kecil, sukar dilalui oleh air, tetapi bila telah mengambil air, air tidak mudah dilepaskan.

Karena ruangan mudah penuh dengan air maka udara sukar atau tidak dapat masuk ke dalam tanah. Struktui tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ialah struktur remah. Bila tanah telah menjadi padat sehingga tanaman sudah tidak dapat tumbuh dengan subur lagi, maka untuk dapat membuat tanah menjadi berstruktur remah lagi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

  1. Pengerjaan tanah dilakukan pada waktu yang tepat.
  2. Pemberian humus.
  3. Pemberian kapur.
  4. Memberitanah dengan pasir pada tanah liat.
  5. Memberikan pupuk hijau pada tanaman.

Warna Tanah

Untuk membedakan tanah dapat dilihat dari warnanya. Warna tanah merupakan petunjuk untuk menentukan sifat tanah karena warna.tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah.

Perbedaan warna tanah sangat dipergaruhi bahan organik, bahan mineral, kadar kelembapan, dan pengaruh drainase. Tanah akan berwarna gelap atau hitam apabila tanah tersebut kaya akan bahan organik. Apabila tanah banyak mengandung, mineral kuarsa atau feldspar warna tanah menjadi terang.

Tanah yang banyak mengandung mineral besi warnanya bervariasi, seperti merah, merah kecokelatan, rnerah kekuningan hingga kuning kemerahan.

pH Tanah

Yang dimaksud dengan pH tanah adalah derajat keasaman tanah. Keadaan pH tanah merupakan unsur yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Tinggi rendahnya derajat pH dipengaruhi faktor-faktor pembentuk tanah dan kepekatan ion-ion hidrogen (H+).dan hidroksil (H-) yang ada di dalam tanah. Semakin tinggi kadar ion hidrogen di dalam tanah, semakin tinggi pula tingkat keasaman tanah.

Sebagai contoh adalah jika pH tanah lebih besar dari 7, kepekatan ion hidrogen menyusut tetapi kepekatan ion hidroksil meningkat, maka pH tanah dikatakan alkali (basa). Apabila pH tanah lebih kecil dari 7 , kepekatan ion hidrogen meningkat sehinggi pti tanan dikatakan asam.

Sedangkan jika kepekatan ion hidrogen dan ion hidroksil saml atau pH = 7, pH tanah dikatakan normal (netral). Usaha yang dapat dilakukan untuk mengubah pH tanah adalah pada tanah yang terlalu asam dapat dinaikkan pH-nya dengan menambahkan kapur. Sedangkan pada tanah yang terlalu, basa (alkali) dapat diturunkan pH.nya dengan menambahkan belerang.

Untuk mengetahui tingkat keasaman tanah, anda bisa melihat tabel keasamaan tanah dibawah ini :

pH Keadaan Kebutuhan kapur
4,0 – 4,4 Asam sangat kuat Diperlukan, kecuali pada tanaman yang tahan terhadap kondisi asam
4,5 – 5,4 Asam kuat Diperlukan, kecuali pada tanaman yang tahan terhadap kondisi asam
5,5 – 6,4 Asam sedang Diperlukan, kecuali pada tanaman yang tahan terhadap kondisi asam
6,5 – 6,6 Agak asam Biasanya tidak diperlukan
6,7 – 7,0 Netral Tidak perlu
7,1 – 7,9 Alkali lemah Tidak perlu
8,0 – 8,9 Alkali atau basa Tidak perlu

Leave a Reply