Erosi Tanah Oleh Air

Erosi Tanah – Pengertian, Jenis, Dampak, dan Faktor yang Mempengaruhi

Erosi Tanah – Berkaitan dengan tingkat kesuburan tanah, lapisan tanah bagian atas memegang peranan penting dalam pertanian, terutama bagi tumbuhnya tanaman.

Kandungan bahan organik lapisan tanah atas yang lebih tinggi akan membuat struktur, peredaran udara, pergerakan air, aktivitas jasad-jasad hidup, dan pertumbuhan akar yang lebih baik dibandingkan dengan lapisan tanah di bawahnya.

Pengertian Erosi

Erosi Tanah Oleh Air
Contoh dan Gambaran Erosi Tanah Oleh Air via nrcs.usda.gov

Erosi adalah suatu proses dilepaskan atau dihancurkannya tanah yang kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, atau gravitasi. Erosi yang terjadi di lndonesia pada umumnya disebabkan oleh air.

Bila karena erosi lapisan tanah atas terkikis habis, maka pada permukaan tanah akan muncul lapisan tanah bawah yang miskin unsur hara dan bahan organik.

Dampak peristiwa erosi tidak hanya dialami oleh daerah yang mengalami erosi. Tanah yang tererosi akan mengalami perpindahan tempat dan kemudian diendapkan di tempat lain, khususnya pada wilayah yang posisinya lebih rendah.

Ada kemungkinan bahan yang tererosi dibawa oleh aliran air dan diendapkan di lahan permukiman atau lahan pertanian. Sehingga, dampak erosi terhadap kehidupan terjadi di dua tempat.

Yaitu di daerah tanah yang tinggi tempat terjadinya erosi dan di daerah yang rendah tempat terjadinya proses pengendapan.

Jenis-Jenis Erosi

Erosi pada tanah yang disebabkan oleh air ada 4 jenis, sebagai berikut :

Erosi Percik

Erosi percik yaitu pengikisan tanah akibat adanya percikan air hujan.

Erosi Lembar

Erosi lembar yaitu pengikisan lapisan tanah yang paling atas yang menyebabkan berkurangnya ketebalan tanah.

Eros Alur

Erosi alur yaitu pengikisan tanah akiba! erosi lembar yang terjadi terus-menerus yang menyebabkan terbentuknya alur-aiur yang searah dengan kemiringan lereng.

Erosi Parit

Erosi parit ini sama dengan erosi alur, tetapi saluran yang terbentuk akibat erosi ini lebih dalam.

Dampak Erosi

Beberapa kerusakan yang diakibatkan oleh peristiwa erosi adalah:

  1. Tanah akan kehilangan unsur hara dan bahan organik.
  2. Hancurnya agregat dan lepasnya partikel tanah dari massa tanah
  3. Degradasi sumberdaya tanah dan lahan.
  4. Penjenuhan tanah oleh air.
  5. Berkurangnya kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Erosi

Berbagai faktor yang mempengaruhi besarnya bahaya erosi dapat di golongkan sebagai berikut :

  • lntensitas atau banyaknya hujan dalam suatu jangka waktu tertentu. Hujan lebat dalam waktu singkat memberikan kemungkinan perlapisan dan pengangkutan lebih banyak butir butir tanah dibanding dengan hujan rintik-rintik untuk waku lebih lama.
  • Keadaan lereng tanah makin curam dan panjang, kecepatan aliran air di permukaan dan bahaya erosi semakin besar.
  • Vegetasi, pada daerah yang tidak memiliki vegetasi penutup lahan yang rapat, air hanya sedikit yang diserap tanah sehingga mudah terjadi erosi.
  • Sifat-sifat tanah terutama tekstur, struktur, kandungan bahan organik, dan susunan kimia tanah. Struktur tanah yang dipengaruhi oleh kandungan bahan organiknya memegang peranan penting karena pengaruhnya terhadap infiltrasi air dan permeabilitas tanah sehingga berpengaruh terhadap kemampuan tanah untuk menyerap air. Susunan kimia tanah berpengaruh terutama terhadap pertumbuhan tanaman, untuk memberikan permukaan-permukaan tanah yang baik.
  • Campur tangan manusia, kegiatan manusia yang kurang bijaksana dalam mengelola hutan dan mengolah lahan berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, terutama terjadinya erosi. Penebangan hutan secara liar merupakan contoh yang sangat umum yang terjadi hingga saat ini.

Besarnya erosi dipengaruhi oleh pelepasan butir-butir tanah dan pengangkutannya oleh air. Jika tidak ada pelepasan butir-butir tanah dan tidak ada pengangkutan oleh aliran air permukaan, maka tidak terdapat erosi.

Pelepasan butir-butir tanah dan pengangkutannya oleh aliran air permukaan tergantung dari :

  1. Pelepasan butir-butir tanah oleh banyaknya tetesan air hujan serta kecepatan aliran air permukaan.
  2. Kemantapan butir-butir tanah. Makin banyak dan besar kecepatan aliran air serta makin rendah kemantapan butir-butir tanah, makin besar bahaya erosi.

Menilai Erosi

Besar kecilnya kehilangan lapisan tanah atas dapat dipakai sebagai pedoman untuk menilai keadaan erosi tanah yang dapat dibagi ke dalam 5 golongan sebagai berikut :

  1. Tidak ada erosi.
  2. Keadaan erosi ringan, di mana terjadi kehilangan lapisan tanah atas kurang dari 25%.
  3. Keadaan erosi sedang, di mana terjadi kehilangan lapisan tanah atas sebesar 25-75%.
  4. Keadaan erosi berat, di mana terjadi kehilangan lapisan tanah atas lebih dari 75%, dan ditambah dengan kehilangan lapisan tanah bawah kurang dari 25%.
  5. Keadaan erosi sangat berat, di mana terjadi kehilangan lapisan tanah atas sebesar 100% dan ditambah dengan kehilangan lapisan tanah bawah antara 25%-75%.

Permukaan bumi mempunyai keadaan yang beraneka ragam. Air hujan yang turun pada permukaan yang tidak bervegetasi mampu mengikis tanah. Pada topografi yang miring, air hujan yang turun memiliki kekuatan yang tinggi untuk mengalir ke bawah dan mengikis permukaan tanah.

Pada tanah yang mempunyai daya serap yang tinggi, air cepat meresap ke dalam tanah, sedangkan tanah yang tidak mempunyai daya serap yang lebih rendah, air hujan akan menjadi aliran permukaan dan mampu mengikis tanah.

Hal inilah yang sering menyebabkan teriadinya erosi pada lahan gundul di daerah yang memiliki topografi yang curam.

Leave a Reply