Saran Dan Cara Mendidik Anak Yang Malas Belajar Mutakhir

Anak cenderung lebih menyukai bermain daripada belajar, apalagi saat sedang dalam masa mengeksplor diri dengan lingkungan sekitar. Inilah yang membuat banyak anak-anak merasa malas jika harus belajar. Apalagi ketika disuruh belajar membaca atau berhitung. Sebagai orang tua, Anda jangan sampai kalah. Pelajari beberapa cara mendidik anak yang malas belajar dibawah.

Anda harus sabar dan telaten agar anak memahami pentingnya belajar. Sebab, menghadapi permasalahan ini tentu membuat para orang tua kebingungan dan juga kesal. Selain karena rasa ingin tahu yang tinggi, masih banyak faktor lain yang menyebabkan anak menjadi malas belajar.

Tanpa berlama-lama lagi, berikut cara mendidik anak yang malas belajar dengan benar.

Cara Mendidik Anak Yang Malas Belajar Dengan Efektif

Pertama harus dipahami, bahwasannya malas belajar dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti kesulitan memahami, anak tidak merasa nyaman, kurangnya ketertarikan dan kelelahan.

Setelah mengetahui kendalanya, orang tua bisa lebih mudah menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil. Kurang lebih seperti berikut.

1. Membangun Komunikasi

Tips pertama yang bisa dilakukan adalah mengajak anak berkomunikasi tentang metode belajarnya. Kebanyakan orang tua menyuruh anak untuk mengikuti kegiatan les atau kegiatan lain tanpa persetujuannya. Hal ini yang menyebabkan anak menjadi kurang tertarik dan merasa tertekan.

2. Mengajak Anak Menentukan Tujuan

Acap kali anak memiliki pemikiran bahwa belajar adalah kewajiban yang harus dilakukan agar mendapatkan nilai yang bagus. Padahal, belajar dilakukan agar anak mengetahui dan mempelajari manfaat dan makna dari materi yang diberikan.

Berikan penjelasan singkat dan yang mudah dipahami anak tentang apa tujuannya belajar. Bisa juga mengaitkan dengan cita-cita atau impian anak.

3. Mengenali Gaya Belajar

Gaya belajar pada setiap anak berbeda-beda dan tidak boleh disamakan. Oh iya, gaya belajar dibagi menjadi tiga yaitu auditori, kinestetik dan visual. Pengenalan gaya belajar menjadi cara mudah agar anak lebih enjoy belajar dan dapat ditentukan sesuai dengan kemampuannya menyerap informasi.

Biasanya anak dengan gaya belajar visual lebih suka gambar atau video sedangkan auditori mengandalkan pendengarannya. Untuk kinestetik cenderung mengekspresikan diri lewat fisik seperti tari dan pertunjukan.

4. Menjadi Contoh Untuk Anak

Anak akan selalu mencontoh kegiatan yang dilakukan orang tuanya dalam hal apapun. Memberikan contoh yang baik kepada anak menjadi jalan yang bisa diambil, seperti gemar membaca atau mengerjakan pekerjaan lain.

5. Memberikan Sarana Dan Prasarana

Selain tips yang sudah disebutkan sebelumnya, memberikan sarana dan prasarana terhadap anak termasuk penting. Hal ini karena anak akan merasa didukung keputusannya dan diberikan kesempatan untuk melakukan apa saja yang diinginkan.

Cara Ampuh Mengatasi Anak Malas Belajar

Setelah mengetahui dan memahami tips apa saja yang bisa digunakan, ada juga cara mendidik anak yang malas belajar. Penerapan dua hal ini akan lebih membantu para orang tua yang kesusahan dengan permasalahan malas belajar.

1. Mengikuti Proses Belajar

Sebagai orang tua, keterlibatannya dalam tumbuh kembang dan segala aktivitas anak adalah hal penting. Pola asuh seperti ini sangatlah membantu anak untuk belajar hal baru dan berkembang. Menemani anak saat belajar, memberikan solusi dan bertanya tentang materi yang didapatkan menunjukkan bahwa orang tua peduli.

Mengikuti proses belajar anak juga akan mengubah cara pandang anak terhadap kegiatan belajar dan akan mengurangi rasa malas belajar. Tidak hanya melalui buku pelajaran, proses belajar juga bisa dilakukan di berbagai tempat seperti museum, taman bermain dan lain-lain.

2. Menciptakan Suasana Nyaman

Suasana yang nyaman akan membangun mood yang baik bagi anak untuk memulai kegiatan belajar. Suasana yang nyaman dan santai akan sangat membantu anak untuk tidak merasa tertekan. Selain mood yang bagus untuk memulai, sediakan juga peralatan yang menunjang proses belajar.

Jangan lupa untuk menyesuaikan peralatan dan gaya belajar agar ilmu atau materi yang diajarkan lebih mudah dipahami. Usahakan faktor lain tidak mengganggu proses ini, contohnya adanya suara televisi atau suara lain yang akan mengganggu konsentrasi.

3. Memberikan Reward

Setelah semua aktivitas dan kegiatan belajar diikuti anak, orang tua dapat memberikan reward atau hadiah. Reward diberikan saat anak sudah mencapai suatu titik yang ditentukan sebelumnya antara anak dan orang tua.

Selain mendorong semangat anak untuk belajar, ini juga bertujuan untuk menunjukkan rasa sayang orang tua. Yang awalnya belajar karena ingin mendapatkan hadiah, lama kelamaan akan menjadi terbiasa.

4. Menghargai Usaha

Pengapresiasian usaha yang sudah dilakukan oleh anak menjadi cara mendidik anak yang malas belajar. Karena anak akan menganggap bahwa apa yang dilakukan benar dan merasa dihargai atas segala usahanya. Apapun hasilnya nanti, tetap beri anak penghargaan. Entah itu baik itu kurang memuaskan sekalipun.

Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, anak tentu akan sedih, marah dan kecewa. Kekecewaan itu semakin besar ketika orang tua memarahinya. Kejadian seperti ini bisa berpengaruh terhadap semangatnya belajar dan cenderung malas belajar dikemudian hari.

Adapun langkah yang tepat adalah memberi ucapan baik dan menerima jika hasilnya belum maksimal. Tanamkan pada diri mereka bahwasannya yang penting sudah berusaha.

5. Memberikan Waktu Istirahat

Belajar dengan waktu lama sampai berjam-jam akan membuat anak bosan, lelah dan letih. Beri jeda waktu untuk anak dapat mengeksplor dan berkegiatan yang lain. Belajar terus menerus hanya akan membuat anak kehilangan minat belajarnya.

Waktu istirahat digunakan untuk membuat otak menjadi lebih fresh dan sanggup untuk menerima materi baru. Apabila ingin menerapkan metode anak belajar lama, maka bisa gunakan waktu istirahat untuk bermain game atau lainnya.

Setiap anak itu unik, sehingga tidak bisa disamakan. Pelajari dan ketahui terlebih dahulu bagaimana anak dan kemauannya. Cara mendidik anak yang malas belajar pun berbeda-beda sesuai dengan karakteristik anak itu sendiri.

Leave a Comment