Cara Mendidik Anak Perempuan Yang Beranjak Dewasa, Para Orang Tua Harus Paham!

Sebagai orang tua, mendidik anak menjadi pribadi yang baik adalah tanggung jawab besar. Dimana tiap fase perkembangannya pasti ada tantangan tersendiri. Terlebih cara mendidik anak perempuan yang beranjak dewasa, mungkin akan jadi PR besar bagi orang tua.

Pasalnya, ini adalah masa peralihan usia dari anak anak ke usia dewasa. Sehingga anak tidak bisa lagi diperlakukan seperti saat 5 tahun yang lalu, namun juga tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Seusia ini memang masih membutuhkan bimbingan, sekaliguas kebebasan untuk mengeksplorasi diri. Terkesan membingungkan, namun cara mendidik anak perempuan yang beranjak dewasa bisa disimak selengkapnya berikut.

Cara Mendidik Anak Perempuan Yang Beranjak Dewasa

1. Menjadi Role Model Yang Terbaik Untuk Anak

Secara tidak langsung, perilaku anak akan meniru apa yang ada di dekatnya yaitu orang tua itu sendiri. Lalu bagaimana jadi role model untuk anak? Berikut caranya:

  • Cara mendidik anak perempuan yang beranjak dewasa bukan hanya teori belaka. Misalnya untuk mengajari anak gemar membaca, maka hendaknya orang tua juga meluangkan sebagian waktunya juga untuk itu.
  • Selalu ingat untuk menghindari kalimat yang terkesan menyuruh, tapi mulai terapkan meminta tolong. Sebab, ini akan membentuk karakter anak agar lebih menerima untuk melakukan sesuatu.
  • Jika ingin mengenalkan sesuatu hal yang baru, misalnya mengajari dasar memasak. Ada baiknya terus memberikan apresiasi sekecil apapun, agar anak lebih merasa dihargai dan disayang.
  • Lalu saat ingin anak tumbuh dengan sikap penuh kasih sayang, jangan sampai bertengkar di depan anak.

2. Menjadi Pendengar Apapun Cerita Anak

Banyak yang akan terjadi saat anak perempuan mulai memasuki usia remaja. Baik secara fisik atau psikis yang mulai berubah. Maka dari itu, tidak jarang anak tersebut butuh sosok yang bisa untuk menampung kesedihannya, berikut caranya jadi pendengar yang baik:

  • Diawali dengan memberikan kesan bahwa orang tua juga sahabat anak. Jadi, sebisa mungkin bangun rasa percaya diri ke anak untuk mulai menceritakan banyak hal yang dialami.
  • Selanjutnya, mulailah dengan bertanya keseharian anak dengan kalimat yang santai tanpa terkesan menginterogasi. Banyak orang tua yang ingin mengulik keseharian anak, namun dengan cara yang salah sehingga bukannya akan terbuka malah semakin tertutup.
  • Tatap mata anak atau jeda pekerjaan yang dilakukan saat anak bercerita. Hal ini bertujuan agar anak merasa memang orang tuanya selalu antusias dengan apapun yang diceritakan.
  • Saat anak mulai membicarakan lawan jenis, ini adalah hal yang wajar. Tugas orang tua adalah mengarahkan sesuai dengan umur dan jangan jadi orang tua yang dibenci.

3. Menjadi Pendukung Apapun Cita-Cita Anak

Orang tua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dengan membanggakan. Namun, perlu diketahui bahwa setiap orang berhak menentukan apa yang diinginkan. Maka dari itu, berikut agar orang tua bisa jadi support system terbaik anak:

  • Selalu mengarahkan, bukan mendikte. Walaupun setiap orang tua  ingin anaknya tumbuh  baik versi orang tua. Namun, jangan paksa apapun yang tidak sesuai dengan keinginannya.
  • Pastikan jadi salah satu support system bagi anak dalam keadaan apapun. Bahkan, ketika anak sedang mengalami hal tidak menyenangkan baik disekolah atau lingkungan bermainnya maka usaha tetap ada diposisi anak.
  • Tumbuhkan rasa  percaya diri terhadap kemampuannya dengan berikan apresiasi terhadap apapun yang berhasil dicapai, bisa mulai dari peringkat kelas, kemampuan menggambarnya dan banyak hal lainnya.

4. Menghargai Privasi Anak Perempuan

Beberapa orang menganggap privasi harus ditiadakan di antara anak dan orang tua. Namun, faktanya orang tua juga sering menyembunyikan sesuatu terhadap anak. Maka dari itu hendaknya bisa juga menghargai privasi anak, dengan cara berikut ini:

  • Memberikan kamar yang berbeda dengan orang tua. Selain ini bisa jadi ranah privasi, anak juga bisa mulai bertanggung jawab terhadap apa yang dimilikinya.
  • Bebaskan anak untuk bergaul dengan banyak orang namun pastikan bahwa pergaulan tersebut tidak membawa pengaruh buruk untuknya.
  • Mulai hentikan kebiasaan memeriksa semua isi handphone dan juga riwayat chat anak karena hal ini akan mengganggu privasinya.

5. Memberikan Aturan Kepada Anak

Cara mendidik anak perempuan yang beranjak dewasa adalah membuat aturan. Dimana hal ini bertujuan untuk melakukan pengontrolan, namun dengan cara yang berbeda dengan sewaktu kecil. Nah, berikut caranya:

  • Berikan pemahaman apa yang agama atau hukum negara melarang dan memperbolehkan. Sehingga, anak akan paham antara larangan dan anjuran.
  • Berikan aturan-aturan penting yang baik dirumah atau diluar harus tetap dipatuhi, misalnya mengambil barang yang bukan haknya dan sebagainya.
  • Pembuatan aturan bisa juga dengan mendiskusikan dengan anak jika perlu. Jangan lupa selalu berikan edukasi dan usahakan untuk berperilaku se-friendly mungkin.

Demikian itu cara mendidik anak perempuan yang beranjak dewasa. Sebagai orang tua, mendidik anak bertujuan untuk pengontrolan. Sebab di usia ini, anak akan mengeksplorasi banyak hal dan butuh bimbingan.

Leave a Comment