Teori Kehidupan Awal Manusia Purba di Bumi

Berdasarkan teori perkembangan bumi, manusia sudah ada di bumi sejak zamain pleistosen atau zaman sekitar 1.808.000 sampai dengan 11.500 tahun yang lalu. Dari situ bisa ditarik kesimpulan bahwa dibandingkan mahluk-mahluk lain, munculnya manusia di bumi lebih belakangan. Untuk mengetahui keadaan manusia pada masa tersebut, kita perlu mengetahui bagaimana cara mereka hidup dan di mana kedudukan mereka di alam beserta hubungan mereka dengan alam dan benda-benda lain. Karena itulah, mahluk hidup termasuk manusia didalamnya perlu digolongkan kedalam suatu sistem.

Dalam hal ini, sistem yang digunakan untuk penggolongan adalah sistem yang berdasarkan pada evolusi yang memperlihatkan jalur kekerabatan, dan jauh dekatnya hubungan berbagai mahluk hidup dalam evolusi. Karena hal itulah, tidak ada teori yang sudah pasti benar atau yang bisa dibantah dan dipastikan salah. Apa yang ditemukan oleh para ahli dari penelitian mereka bukanlah hal yang mutlak dikarenakan ilmu pengetahuan selalu berkembang dan pada perkembangannya akan ditemukan bukti-bukti yang mendukung teori yang ada atau mematahkan teori yang ada dan menimbulkan munculnya teori baru.

Ada banyak sekali teori evolusi manusia yang diajukan dan dikemukakan oleh para ahli. Teori mereka didukung oleh bukti-bukti yang ada yang mana kemudian dinterpretasikan sesuai dengan keadaan zamannya.

Menurut ahli biologi, manusia termasuk dalam takson hewan dan semua mahluk hidup yang ada pada masa sekarang telah mengalami apa yang disebut dengan evolusi. Evolusi biologi adalah perubahan filognetis, perubahan dari satu takson ke takson lain, tetap di takson yang sama namun mengalami perubahan pada perkembangannya, atau bahkan telah punah sama sekali.

Teori Evolusi Charles Darwin

Charles Darwin Pencetus Teori Evolusi

Charles Darwin Sang Pencetus Teori Evolusi via thoughtco.com

Pada abad ke-19, Charles Darwin mengajukan teori evolusi yang dimuat didalam bukunya yang berjudul “The Origin of Species”. Dalam buku tersebut, dia mengemukakan 2 pokok penting berikut ini :

  1. Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa lalu.
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Dari teori evolusi Charles Darwin bisa ditarik kesimpulan bahwa suatu takson tidaklah bersifat statis, namun sebaliknya bersifat dinamis melalui jangka waktu yang panjang. Dan juga, semua mahluk hidup berkerabat.

Salah satu teori yang banyak diterima adalah evolusi manusia purba dari Australopithecus melalui Homo Erectus ke Homo Sapiens. Diantara evolusi Homo Erectus dan Homo Sapiens terdapat Homo Neanderthalensis yang banyak dispekulasikan sebagai adaptasi manusia purba terhadap zaman es di Eropa,Asia Barat, dan Afrika.

Penjelasan Mengenai Evolusi Manusia Purba ke Manusia Modern

Evolusi adalah perubahan frekuensi gen atau faktor keturunan yang terjadi dari generasi ke generasi. Evolusi dapat terjadi dalam skala besar pada tingkat di atas spesies. Ciri-ciri mahluk hidup ditimbulkan oleh faktor pewarisan dan lingkungan. Satuan pewarisan terkecil dinamakan gen yang terdapat berderet pada kromosom. Kromosom manusia berpasang-pasangan dalam inti sel. Manusia memiliki 23 pasang kromosom dan pada setiap kromosom terdapat beribu-ribu gen.

Pada proses pewarisan, gen dari kedua orang tua menurun pada anaknya sehingga terdapat kombinasi gen yang baru. Dalam suatu populasi gen dan frekuensinya tidak berubah, kecuali jika ada keadaan dan faktor-faktor tertentu yang disebut dengan faktor evolusi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain seleksi alam,mutasi, perubahan frekuensi gen, dan arus gen.

Proses evolusi yang banyak terjadi dan dapat diamati adalah mikroevolusi yang merupakan proses perubahan frekuensi gen dalam ukuran kecil di bawah tingkat spesies. Mikroevolusi menyebabkan timbulnya subras, ras yang baru, dan populasi lokal. Dalam hal ini, perubahan frekuensi gen tidak cukup banyak sehingga tidak menyebabkan hilangnya interfertilitas. Jika interfertilitas sampai hilang, maka terjadilah spesies baru yang disebut spesiasi.

Dalam hal ini kelompok yang baru muncul akan terpisah secara biologis dari kelompok asalnya sehingga gen yang dimiliki oleh masing-masing kelompok tidak dapat saling dipertukarkan.

Beberapa Proses Penting Dalam Evolusi Manusia

Evolusi manusia mengakibatkan terjadinya perubahan penting terhadap bentuk anggota tubuh beserta dengan fungsinya. Perubahan ini selanjutnya menimbulkan terjadinya evolusi dan perubahan sosial budaya. Ada 3 perubahan terkait dengan kehidupan awal manusia purba di bumi. Perubahan-perubahan tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Perubahan sikap tubuh dan cara bergerak

Ilustrasi Evolusi Manusia Purba Ke Manusia Modern

Perubahan Sikap Tubuh Manusia Purba Ke Manusia Modern

Misalnya saja pada sikap tegak yang mengakibatkan terbebaskannya anggota tubuh bagian atas dari dari tugas menanggung berat badan dan bergerak. Hal ini mengakibatkan ukuran anggota tubuh bagian atas menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan anggota tubuh bagian bawah. Selanjutnya, perubahan pada sikap tubuh dan cara bergerak juga akan berdampak pada perubahan di pola kehidupan manusia.

  • Evolusi kepala

Evolusi Volume Otak Manusia

Evolusi Volume Otak Manusia via http://www.daviddisalvo.org

Berkaitan dengan evolusi kepala adalah perubahan bentuk muka dan volume otak. Saat api sudah ditemukan di zaman pleistosen tengah diikuti dengan perkembangan penggunaan perkakas, maka timbullah kemajuan dalam hal pengolahan makanan. Hal-hal tersebut kemudian berakibat pada pengurangan alat pengunyah sehingga terjadi pengecilan pada rahang, gigi, dan otot-ototnya.

Evolusi otak manusia purba paling mencolok terjadi pada jenis Australopithecus ke Pithecathropus yang mana volume otaknya bertambah dua kali lipat. Sedangkan dari Pithecathropus ke Homo Sapiens, volume otak bertambah satu setengah kali lipat. Perubahan volume otak ini juga berujung pada perubahan bentuk tengkorak.

Perkembangan yang terkait dengan pembesaran otak adalah membesarnya secara luar prakarsa serta pengendaliannya, berkembangnya kepribadian daya simak, pemikiran, dan asosiasi serta integrasi pengalaman.

  • Perkembangan Biososial

Ilustrasi Manusia Berburu Dalam Kelompok

Ilustrasi Manusia Berburu Dalam Kelompok via dailymail.co.uk

Perkembangan biososial meliputi 3 hal penting yaitu pembuatan alat, organisasi sosial, dan komunikasi dengan menggunakan bahasa. Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perubahan sikap tubuh membuat manusia pada saat itu jadi lebih mudah bergerak. Hal ini mengakibatkan pada perubahan lanjutan berupa cara mencari dan mengolah makanan. Misalnya saja, perburuan binatang menjadi lebih mudah jika dilakukan secara berkelompok.

Perburuan dalam kelompok akan memerlukan sarana komunikasi berupa bahasa. Adanya komunikasi ini memungkinkan terjadinya pewarisan kecakapan kepada generasi berikutnya maupun kepada komunitas lainnya. Bahasa komunikasi yang lebih kompleks selanjutnya baru muncul pada tingkat Homo Sapiens dengan perkembangan otaknya lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *