Ciri-Ciri, Kebudayaan, dan Peninggalan Bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu

Ciri-Ciri, Kebudayaan, dan Peninggalan Bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu

Sedari kecil saya sudah sangat menyukai sejarah, penasaran dengan asal muasal orang-orang Indonesia. Dari manakah mereka datang? Ataukah mereka sudah bermukim disini sejak lama? Pertanyaan itu terkadang saya pikirkan saat masih SMP yang mana kemudian terjawab di mata pelajaran SMA kelas 2.

Mengenai awal mula manusia di Indonesia, ada beberapa teori kuat yang diajukan. Dua teori yang paling populer masing-masing diajukan oleh Moh. Yamin dan H. Kern. Moh Yamin berteori bahwa manusia Indonesia berasal dari wilayah Indonesia sendiri yang kemudian menyebar ke daratan lain. Sedangkan H. Kern berpendapat, manusia Indonesia berasal dari daratan Asia yang kemudian menyebar ke kepulauan-kepulauan di Indonesia.

Mengenai teori kedua tokoh tersebut bisa anda baca lebih lanjut pada artikel > Teori Kehidupan Awal Manusia di Indonesia

Peta Persebaran Bangsa Proto Melayu Dan Deutro Melayu
Peta Persebaran Bangsa Proto Melayu Dan Deutro Melayu via blogspot.com

Selain dua versi teori Imigrasi yang sudah dibahas pada link diatas, terdapat pula beberapa ahli yang menyebutkan bahwa masyarakat awal yang mendiami wilayah Indonesia termasuk dalam satu rumpun melayu. Bangsa Melayu langsung menjadi nenek moyang bangsa Indonesia yang mana kemudian dibedakan menjadi 2 yaitu :

Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua)

Bangsa Proto Melayu memiliki kebudayaan satu tingkat lebih tinggi daripada manusia purba Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia. Kebudayaan mereka adalah kebudayaan Neolithikum atau Batu Muda. Benda-benda kebudayaan dan perkakas mereka masih terbuat dari batu namun sudah diasah menjadi lebih halus.

Ciri-Ciri Bangsa Proto Melayu

  • Berasal dari dataran tinggi Yunan di Cina Selatan.
  • Masuk ke kepulauan Indonesia antara tahun 1500 hingga 500 Sebelum Masehi.
  • Ciri fisik : kulit berwarna kuning kecoklatan, rambut lurus dan matanya sipit.
  • Kebudayaan Neolitikum atau batu muda.
  • Singgah di wilayah Indonesia timur : Papua, Nias, Dayak, Mentawai, dan Toraja

Kebudayaan

Bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua memiliki kebudayaan Neolithikum atau Batu Muda yang mana benda kebudayaan mereka terbuat dari batu yang sudah diasah sampai menjadi lebih halus. Contoh hasil kebudayaan mereka yang bisa dilihat sampai sekarang misalnya saja kapak persegi dan kapak lonjong. Budaya kapak persegi dibawa bangsa Proto Melayu melalui jalur timur, sedangkan budaya kapak lonjong dibawa melalui jalur barat.

Kapak Persegi Salah Satu Hasil Budaya Bangsa Proto Melayu
Kapak Persegi Salah Satu Hasil Budaya Bangsa Proto Melayu via wacana.co

Persebaran Bangsa Proto Melayu

Bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua memasuki wilayah Indonesia melalui 2 jalur yaitu jalur barat : melalui Semenanjung Malaya dilanjutkan ke Sumatra dan kemudian menyebar ke wilayah-wilayah di Indonesia dan jalur timur : melalui Filipina kemudian dilanjutkan ke Sulawesi, dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Pada perkembangannya, bangsa Proto Melayu kemudian terdesak ke arah timur oleh kedatangan bangsa Deutro Melayu. Keturunan bangsa Proto Melayu yang masih ada hingga saat ini misalnya suku bangsa Toraja di Sulawesi, Dayak di Kalimantan, Batak di Sumatra Utara, suku-suku di Papua, dll.

Bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda)

Bangsa Deutro Melayu atau Melayu Muda memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang sejak tahun 500 SM. Mereka masuk wilayah Indonesia melalui jalur barat, yaitu melalui Semenanjung Malaya dilanjutkan ke Sumatra, dan kemudian seluruh Indonesia. Keturunan bangsa Deutro Melayu misalnya saja bangsa Melayu,Jawa,Bugis,Minang, dll. Benda-benda hasil kebudayaan mereka sudah dibuat menggunakan bahan berupa perunggu. Kebudayaan mereka sering juga disebut dengan kebudayaan Dongson.

Dongson sendiri adalah pusat kebudayaan perunggu kuno yang terletak di Vietnam. Daerah tersebut diperkirakan adalah asal bangsa Deutro Melayu sebelum memasuki dan menyebar di wilayan Indonesia. Hasil-hasil dari kebudayaan perunggu Dongson adalah kapak corong,nekara,bejana perunggu, dll.

Bejana Perunggu,Kapak Corong, Dan Nekara Hasil Kebudayaan Deutro Melayu
Bejana Perunggu,Kapak Corong, Dan Nekara Hasil Kebudayaan Deutro Melayu via wordpress.com

Ciri-Ciri Bangsa Deutro Melayu

  • Berasal dari daerah Dongson, sebuah pusat kebudayaan perunggu kuno di Vietnam.
  • Memasuki wilayah Nusantara pada tahun 500 sebelum masehi.
  • Telah menguasai kebudayaan logam, sanggup menciptakan alat-alat dari materi besi dan perunggu.
  • Keturunan orisinil bangsa ini yaitu Suku Bugis, Sunda, Jawa, Minang dan Makassar.

Kebudayaan

Bangsa Deutro Melayu memiliki kebudayaan perunggu atau sering juga disebut kebudayaan Dongson, mereka mampu membuat benda-benda dan perkakas dengan bahan logam dan perunggu. Adapun contoh hasil kebudayaan mereka misalnya nekara, kapak corong dan baskom perunggu.

Persebaran Bangsa Deutro Melayu

Bangsa Melayu Muda memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang dimulai dari tahun 500 SM. Mereka masuk wilayah Indonesia melalui jalur barat, yaitu melalui Semenanjung Malaya dilanjutkan ke Sumatra, dan kemudian seluruh Indonesia.

1 thought on “Ciri-Ciri, Kebudayaan, dan Peninggalan Bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu”

Leave a Reply